Kunci Meraih Kemenangan, City Mesti Pertahankan Formasi False Nine

Olahraga420 Dilihat

Pasaman Barat, bundaran4news.com- Menggunakan formasi Si Sembilan Palsu atau False Nine, ternyata malah membawa keberuntungan bagi Manchester City.
Diawali dengan cederanya ujung tombak mereka Sergio Aguero dan Gabriel Jesus di awal tahun 2021, Guardiola akhirnya terpaksa menggunakan gelandang serang menjadi striker sementara.
Namun, ternyata hal itu menjadi berkah bagi Manchester biru. Jika diawal musim kompetisi 2020/2021 hingga akhir tahun 2020 penampilan mereka tidak stabil.
Maka, sejak menggunakan formasi false 9 diawal tahun 2021, mereka berhasil meraih 21 kemenangan beruntun dan 28 laga tak terkalahkan di berbagai ajang liga sepakbola, yang mereka ikuti.
Kembalinya striker mereka Aguero dan Jesus pasca cedera, City kembali memakai formasi biasa dengan menggunakan striker murni. Perlahan penampilan mereka akhirnya kembali menurun, yang diawali dengan menang tipis dan akhirnya rentetan kemenangan mereka pun terhenti ditangan rival sekota Manchester United.
Pada laga di Liga Inggris melawan MU tersebut, City akhirnya kalah dengan skor 2 : 0. Rentetan kemenangan mereka pun terhenti. Lalu, pada laga Premier League selanjutnya melawan Southampton, Guardiola kembali menggunakan formasi tanpa striker murni alias false nine.
Mereka pun akhirnya kembali ke jalur kemenangan dengan mengalahkan Southampton 5 : 2. Ini menjadi bukti bahwa permainan sepakbola tiki taka ala Guardiola lebih sukses dengan menggunakan formasi false nine. Diawali ketika melatih Barcelona pria berkepala plontos ini menjadikan Messi sebagai pemain nomor 9.
Taktik False Nine terbukti sukses, dengan 14 trohphy bergengsi yang diraih Guardiola bersama Barcelona, yakni 3 Gelar La Liga, 2 Copa Del Ray dan 2 Liga Champion Eropa.
Di City, Guardiola lebih suka menjadikan Ilkay Guendogan sebagai striker false nine, hingga menjadi top scorer tim dengan 12 gol sejauh ini di Premier League.
Selain itu De Bruyne dan gelandang serang City lainnya juga mampu mengemban tugas tersebut dengan baik, diantaranya Ferran Torres, Benardo Silva ataupun Phil Foden.
Menggunakan formasi false 9, membuat permainan City lebih solid, baik dalam bertahan dan menyerang ataupun dalam transisi diantara keduanya. Pergerakan pemain dengan bola ataupun tanpa bola menjadi sulit ditebak, sehingga mampu mengacaukan pertahanan lawan.
Yang lebih penting tentunya adalah gol bisa lahir dari pemain manapun. Tanpa adanya striker murni, setiap pemain merasa punya kewajiban untuk mencetak gol demi meraih kemenangan.
Saat ini, City masih berada di semua ajang kompetisi sepakbola yang mereka ikuti, yakni Premier League, Piala FA, Piala Carling dan Liga Champion Eropa.
Jika terus berkomitmen dengan formasi false 9, kemungkinan City bisa meraih kesuksesan besar musim ini. Mereka bisa saja, menyapu bersih semua gelar juara di berbagai ajang kompetisi sepakbola yang mereka ikuti.(Zein)