Pasaman Barat, bundaran4news.com – Sebanyak 500 orang murid Taman Pendidikan Quran (TPQ) dan Madrasah Diniyah Taklimiyah Awaliyah (MDTA) dari dua kenagarian se Kecamatan Gunung Tuleh, Pasaman Barat, mengikuti khatam quran di Mesjid Raya Al-Manaar Paraman Ampalu, Nagari Rabi Jonggor.
Dua kenagarian di Kecamatan Gunung Tuleh adalah, Nagari Rabi Jonggir, dan Muara Kiawai, kata Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, Jufri, didampingi Penyuluh Agama Islam (PAI) Fungsional di wilayah KUA setempat, Edi Halomoan, melalui telepon selular (Ponsel)-nya dari Simpang Tiga Alin, Rabu (30/3).
Secara struktur pemerintahan, ulas Jufri, dalam wilayah Kecamatan Gunung Tuleh, yang memiliki dua kenagarian, dan di dalamnya terdapat 20 kejorongan. Ke-20 jorong itu, Empat kejorongan di antaranya berada di Kenagarian Muaro Kiawai, yaitu Jorong Kartini, Sudirman, Kampung Alang, dan Simpang Tiga Alin.
Dan 16 kejorongan di Kenagarian Rabi Jonggor, yaitu Jorong Sitabu, Rabi Jonggor, Huta Tonga, Bandar, Tanjung Durian, Paroman Bondar, Simbo Duku, Bulu Laga, Talang Kuning, Kampung Guo, Siligawan Gadang, Sungai Magelang, Air Dingin, Kampung Pinang, Slligawan Kecil, dan Jorong Paraman Ampalu, sebagai ibukota kenagarian.
Camat Gunung Tuleh, Muhammad Ghor, secara terpisah menyampaikan, agar masyarakat di wilayah kecamatannya selalu gemar dan membiasakan diri untuk membaca ayat-ayat al-quran, mulai tahun 2022 di setiap jorong, ditetapan tiga orang warga secara bergliran dengan warga lain, membaca ayat-ayat al-quran.
Gerakan membaca ayat-ayat al-quran secara tadarus bergiliran antar tiga orang warga di setiap joorng, dan dilaksanakan secara bergiliran, ulas Muhammad Ghor, diharapkan dalam rentang waktu tiga puluh hari (satu bulan) di setiap jorong, bisa menamatkan bacaan al-quran. Artinya, setiap tim pembaca ayat al-qruan (tiga orang) secara bergantian, dalam jangka tiga puluh hari bisa menamatkan bacaan al-quran, dan selanjutnya digantikan tiga orang per jorong lagi.
Seiring hal itu, tambah Muhammad Ghor, pihaknya mendukung dan memberikan apresiasi kepada kepala atau pengelola TPQ dan MDTA se kecamatan, selalu memberikan materi ajarnya, sesuai aturan dan kurikulum, kepada muridnya. Dengan harapan, Gunung Tuleh akan memiliki generasi penghafal al-quran, dan siap tampil pada setiap kesempatan. (gmz/rajo)






















