Padang, bundaran4news.com—-Informasi tanpa akurasi adalah hoax. Haram hukumnya wartawan membuat hoax”
Demikian ditegaskan Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Pasaman Barat Indones Rajo Mangkuto dalam Thematic Academy Digital Media Reporter,barubaru ini. Kegiatan itu dilaksanakan oleh Balai Besar Peningkatan SDM dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan di Padang.
“Media saat ini saling berebut menayangkan suatu berita lebih dulu, sehingga kadang lebih mementingkan kecepatan dari pada akurasi,” kata Dones.
Dia menegaskan, untuk sebuah media massa arus utama, akurasi adalah elemen utama sebuah informasi. Bagaimanapun “kejar tayang” sebuah informasi, tanpa akurasi, akan sangat membahayakan karena bisa menjadi hoax.
Akurasi adalah hal yang paling penting untuk diperhatikan sehingga cepat saja tidak menjamin sebuah kebenaran informasi.”tegasnya
Dones Rajo Mangkuto menambahkan, paradigma media massa dewasa ini sudah semakin bergeser dari media cetak ke media daring (online). Dalam kondisi itu, setiap media onlinedihadapkan kepada tantangan untuk berpacu dalam menyajikan informasi secepat mungkin.
Tantangan yang tidak kalah hebatnya adalah kemunculan media sosial dengan berbagai platform dan aplikasi. Mulai dari konten yang hanya memuat quote dan gambar atau poto, hingga platformberbasis tayangan video.
“Ini juga menjadi tantangan bagi media massa terutama media online dalam kecepatan penyampaian informasi. Namun, di sini akan terlihat kredibilitas sebuah media, kecepatan dengan akurasi,” sebutnya.
Jadi, kata Indones perbedaan informasi dari media arus utama dengan media sosial yang harus selalu “dipatuhi” adalah akurasi. Sebagai pembuktian kredibilitas, media harus menayangkan informasi yang akurat, tidak sekedar cepat.
Thematic Academy Digital Media Reporter tersebut diselenggarakan oleh BBPSDMP Kominfo Medan selama tiga hari secara luar jaringan atau tatap muka mulai hari ini sampai Sabtu (4/12) mendatang. Kegiatan itu diawali dengan pertemuan dalam jaringan selama tiga hari pekan lalu, pesertanya adalah sekitar 60 orang wartawan di Sumatera Barat.
Kepala BBPSDMP Medan Irbar Samekto menyebutkan, tujuan dari kegiatan itu adalah untuk meningkatkan literasi serta memahami adaptasi digitalisasi informasi. Diharapkan dengan kegiatan tersebut semakin meningkatkan kemampuan wartawan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi(Zein)






















