Pasaman Barat, bundaran4news.com – Tujuh orang mahasiswa Sekolah Tinggi llmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin Pariaman, Rabu (30/3) sore, menjenguk warga Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Pasaman Barat di Kajai, Kecamatan Talamau. Sebelumnya, rombongan singgah di Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Simpang Empat.
Ketujuh mahasiswa STIT yang berlokasi di Kota Tabuik Pariaman itu adalah, Aldi Gustika Candra, Habil Ilham, Ahmad Farhan, Alfiandi, Putri Berkah Yakin, Nurhasiah Jamil, dan Megawati Putri. Selema berada di Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, mereka diterima Plt. Kasubbag Tata Usaha, Edismen, dan Pranata Humas, Gusmizar.
Dari ramahtamah bersama mahasiswa STIT Kota Pariaman, Edisman, menjelaskan, semenjak terjadinya gempa hingga saat ini, masyarakat Nagari Kajai masih dikhawatirkan dengan gempa susulan lain. Dari informasi yang diperoleh, perkiraan peristiwa banjir bandang, sebagai akibat tersumbatnya air di hulu sungai masih terjadi.
Menyikapi kondisi ini, terang Analsis Kepegawaian Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat itu, sekurang-kurangnya 100 meter dari badan sungai, setiap warga setempat harus mengungsi ke tempat lain. Penegasan itu, diperkuat melalui surat edaran Bupati, Hamsuardi, dan terus disosialisasikan pihak pemerintah kecamatan, dan nagari kepada masyarakat setempat.
Di MAN 4 Pasaman Barat, Kajai, ulas Analis Kepegawaian Kantor Kenenterian Agama Pasaman Barat lagi, sebanyak 11 lokal di antaranya tidak bisa dipakai lagi. Agar proses belajar dan mengajar (PBM) berjalan maksimal, maka di komplek madrasah itu dibangun ruang kelas belajar (RKB) darurat, selanjutnya jadi PBM.
Lain halnya di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kajai, terang Edisman, secara umum bangunan di lokasi itu tidak bisa dipakai. Walau ada bangunan, dalam kondisi berdiri dengan baik, tapi untuk menghindari rasa was-was bagi warga MIS bersama masyarakat sekitar, bangunan gedung madrasah dimaksud harus dibongkar.
Atas nama warga Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, tambah Edisman, pihaknya mengucapkan terimakasih atas perhatian, kepedulian dan partisipasi keluarga besar STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, secara perwakilan hari ini (Rabu-red) menyempatkan diri meninjau lokasi gempa, khususnya di kawasan MAN 4 Pasaman Barat, Nagari Kajai.
Dari Kantor Kementerian Agama Pasaman Bara di Simpang Empat ke MAN 4 Pasaman Barat, rombongan dipandu Samsuir. Selain staf di Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, dirinya bersama keluarga, merupakan salah satu dari sejumlah warga Kementerian Agama yang terdampak gempa. (gmz/rajo)
Mahasiswa STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, Jenguk MAN 4 Pasaman Barat






















