Pasaman Barat, bundaran4news.com – Guna mempererat silaturrahmi dan persaudaraan antar sesama, keluarga besar BPRS (Bank Pinjamaan Perkeriditan Rakyat Syariah) Mentari Pasaman Saiyo berkolaborasi dengan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Centre) kunjungi warga Jorong Timbo Abu, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau.
“Alhamdulillah kolaborasi antara PT BPRS MPS Pasaman Barat bersama MDMC Sumatera Barat bisa menambah keceriaan dan menambah kebersamaan dengan masyarakat Jorong Timbo Abu, melalui program peduli”, kata unsur Pimpinan BPRS MPS Pasaman Barat, MIzlan, dan Ketua MDMC Sumatera Barat, Marhadi Effendi, Rabu (20/4).
Dijelaskan Mizlan, BPRS MPS berpusat di Jalan KKN (M. Natsir) Simpang Empat, Kecamatan Pasaman, merupakan unit usaha yang didirikan sejumlah warga Muhammadiyah, seperti Almarhum Chanra Mesra, dan sejumlah nama lain. Hingga saat ini eksis melayani masyarakat, termasuk warga bersama simpatisan Muhammadiyah se Pasaman Barat.
Musibah yang melanda Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, tanggal 25 Februari 2022 lalu, ulas Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pasaman Barat itu, adalah takdir dan ketentuan dari Allah Swt. Kondisi itu harus diterima dengan ikhlas, sabar dan penuh tawakkal. “Ada khikmah yangterkandung dari Yang Maha Kuasa kepada Warga Kajai, atas musibah yang menghancurkan ratusan rumah warga, sarana ibadah dan lembaga pendidikan”, katanya.
Salah satu lembaga pendidikan yang ikut rusak dihantam gempa berkekuatan 5,1 pada scala richter (SR), 6,1, dan seterusnya, tambah Mizlan lagi, adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Nagari Kajai. Secara otomatis menjadi beban dan tanggungjawab bersama untuk memulihkannya, sehingga pada beberapa waktu ke depan, bangunan MTs Muhammadiyah Kajai, baik kembali.
Ketua MDMC Sumatera Barat, Marhadi Effendi, mengakui, MDMC adalah Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah memiliki sebutan dalam bahasa inggris, yang diberdayakan pimpinan pusat dan di setiap wilayah. Lembaga ini dirintis di tahun 2007 dengan nama PPBM (Pusat Penanggulangan Bencana Muhammadiyah), dan pada akhirnya ditetapkan menjadi MDMC.
Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat itu mengakui, sebagai bukti kepedulian dan tanggugjawab bersama terhadap musibah yang melanda Nagari Kajai di Pasaman Barat, dan Nagari Malampah di Kabupaten Pasaman, hari Sabtu, 26 Februari 2022, atau sehari setelah gempa terjadi, pihaknya telah membuat posko penanggulangan bencana di dua kenagarian itu.
Di antara kegiatan yang dilaksanakan, tambah putera asal Kampung Barangin, Sungai Aur, Kecamatan Sungai Aur itu, pihaknya melalui bantuan dan sumbangan berbagai pihak, termasuk Lembaga Zakat Infak dan Sadakah Muhammadiyah (Lazismu), telah merenofasi sarana ibadah, seperti mesjid dan mushala di lokasi gempa. (gmz/rajo)
BPRS dan MDMC Sumatera Barat, Salurkan Sembako






















