Disnaker Pasbar Komitmen Berdayakan Masyarakat

Pasbar, bundaran4 news.com- Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, menekan angka kemiskinan, dan mengurangi jumlah pengangguran, untuk itu Disnaker Pasbar melaksanakan pemberdayaan terhadap masyarakat kelompok usaha.

Kadisnaker Joko Santoso melalui Sekdisnaker Harri Persada, yang ditemui di ruang kerjanya baru – baru ini mengatakan bahwa, sejak tahun 2019 Disnaker Pasbar konsisten dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan, couching, pemberian bantuan dan pengembangan usaha.
Sejumlah usaha tersebut antara lain, usaha batik di Desa Baru Kecamatan Ranah Batahan, usaha Sulam dan Bordir di Air Bangis, pemberdayaan kelompok wanita dalam bentuk pemberian bantuan mesin jahit, dan pengembangan usaha bengkel dengan memberikan bantuan alat mesin kompresor serta seperangkat kunci.
Pemberian bantuan tersebut, turut bekerjasama dengan Ketua DPRD Pasbar Parizal Hafni, dan anggota DPRD Adriwilza melalui pokir mereka. Selain itu, Disnaker juga melaksanakan kerjasama dengan BLK Padang Panjang, untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat disertai sertifikat keahlian.
Sejumlah usaha yang dibina yakni usaha mebel dan tata boga, dengan 16 orang anggota per bidang keahlian. Sekdisnaker Harri Persada menerangkan bahwa, pemberian bantuan kepada kelompok usaha dan masyarakat usia produktif, yakni berdasarkan proposal yang diajukan dan turut bekerjasama dengan pemerintah nagari.
Sekdis juga mengatakan bahwa, tak hanya masyarakat usaha produktif, pihaknya juga memberikan pelatihan kepada penghuni Lapas Terbuka Padang Tujuh dan tahanan Rutan Talu.
“Kepada mereka kami memberikan pelatihan keterampilan Las dan Hidroponik, dengan mendatangkan instruktur dari SMKN 1 Lembah Melintang. Dengan bekal keahlian yang diperoleh, penghuni lapas dan rutan, juga bakal mendapatkan sertifikat keahlian setelah keluar dari tahanan”, ujar Harri Persada.
“Sedangkan untuk pembinaan kepada kelompok usaha, mereka bakal mendapatkan couching dari pelaku usaha dan OPD terkait. Untuk permodalan, adanya kerjasama dengan Bank BRI, agar mendapatkan modal secara bertahap, tergantung perkembangan usaha mereka”, jelasnya.
Harri menyatakan bahwa, seiring pembangunan BLK di Luhak Nan Duo, maka pelatihan kepada masyarakat usia produktif bakal lebih optimal, karena merupakan perpanjangan tangan langsung Disnaker.
“Seiring dengan pembangunan BLK, maka pembinaan kepada masyarakat usia produktif bakal lebih optimal. Semoga tahun depan sudah bisa dilaksanakan, sehingga target mengurangi angka pengangguran dan menekan jumlah kemiskinan bisa terwujud”, harapnya. (Zein)