Pasaman Barat, bundaran4news.com , – 40 guru MIN (Madrasah Aliyah Negeri) 2 Pasaman Barat di Silambau, Kecamatan Kinali, mulai Selasa, 4 Juli 2023, ikuti workshop IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) di madrasah itu Jorong Silambau, Kecamatan Kinali.
Workshop yang akan berlangsung sampai hari Kamis, 7 Juli 2023 itu dibuka Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Syafrizal sekaligus jadi pemateri pada program peningkatan potensi dan kompetensi para guru di lingkungan madrasah tingkat ibtidaiyah negeri itu.
Kepala MIN 2 Pasaman Barat, Nur ‘alim, jelaskan, seiring berakhirnya tahun pelajaran 2022 – 2023, dan pada beberapa hari ke depan, dimulai pula proses pembelajaran di tahun pelajaran baru, 2023-2024, tentu harus ada persiapan serta kesiapan setiap tenaga pendidik, khususnya di lingkungan MIN 2 Pasaman Barat.
Selain itu, jelasnya, mulai tahun pelajaran ini, kurikulum pendidikan sekaligus sebagai acuan bagi pendidik untuk melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, seperti di MIN 2 Pasaman Barat, adalah pemberdayaan program pembelajaran baru, dengan IKM.
Melalui workshop IKM selama tiga hari ini, tambah Suardi, pihaknya berharap ketika proses pembelajaran dilaksanakan, setiap guru tidak canggung untuk melaksanakan program IKM, terutama di lembaga pendidikan yang bersangkutan.
Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Syafrizal, menyampaikan, workshop Implementasi Kurikulum Merdeka bagi tenaga pendidik dan non kependidikan di MIN 2 Pasaman Barat, selama tiga hari ini merupakan sikap dan tindaklanjut dari keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Ristek RI, bersama Kementerian Agama RI, dengan menerapkan sekaligus memberlakukan IKM di setiap lembaga pendidikan.
Seiring diberlakukannya IKM secara nasional di setiap lembaga pendidikan, seperti madrasah yang berbeda di lingkungan Kementerian Agama, mulai tahun pelajaran 2023-2024, setiap guru tentu harus siap melaksanakan kurikulum baru yang dimaksud.
Dia mengingatkan ada dua unsur muatan IKM, Pertama membekali peserta didik dengan berbagai kompetensi dan keterampilan, untuk menciptakan satu keterampilan khusus yang bisa diandalkan di masing masing madrasah. Kedua mewariskan nilai nilai luhur (Pancasila) serta budaya (ABS-SBK) yang sarat dengan attitude sikap perilaku dan nilai Agama. Untuk mengukur nilai Agama itu mohon evaluasi kegiatan ibadah peserta didik. (gmz)

























