Pasaman Barat, bundaran4news.com–—Petani Nilam keluhkan harga anjlok dari Rp 2 juta perkilo kiini hanya Rp 800 ribu perkilonya, Pemerintah di mintak andil dalam hal ini, Masyarakat Pasaman Barat selain penghasil jagung juga sawit, Tak sedikit bergantung pada penghasilan Nilam, hal ini dikatakan sala satu petani Nilam di jorong Situak Barat,Kecamatan Parit Koto balingka,Kabupaten Pasaman Barat Irul mengeluh harga yg sekarang ini jauh dari kata standar,
“kami mintak perhatian Pemerintah setempat untuk menjadikan Nilam sebagai komoditi unggulan, agar bisa mempertahankan harga yg selama ini di permainkan oleh tengkulak saja, pasalnya kami sangat bergantung pada Nilam ini untuk menopang ekonomi kami” Ujar Irul
Menurut Irul, selain mudah untuk perawatan Nilam tersebut juga bisa jadi komoditi unggulan,tak sedikit yang sudah merasakan hasil dari Nilam untuk menyekolakan anak ke jenjang yg lebih tinggi namun. harga sekarang membuat para petani jadi resah, peran pemerintah sangat di butuhkan
Sementara itu Ketua asosiasi Masyarakat Peduli Nilam Indones Rajo Mangkuto Harga minyak nilam (patchouli oil) di pasar global saat ini menunjukkan ketidak stabilan dan kecenderungan penurunan yang signifikan. Berdasarkan pemantauan pasar dalam beberapa minggu terakhir, harga minyak nilam mengalami fluktuasi akibat berbagai faktor, termasuk tingginya pasokan, lemahnya permintaan dari industri parfum, serta tekanan ekonomi global.
Data terbaru menunjukkan harga minyak nilam turun dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya stok di tingkat petani dan eksportir, sementara permintaan dari negara importir utama belum pulih sepenuhnya.
“Ketidakstabilan harga ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku usaha, mulai dari petani hingga eksportir,” ujar Indones Rajo Mangkuto.
“Kami mendorong semua pihak untuk memperhatikan pengelolaan stok dan strategi pemasaran agar tidak merugikan petani.”
berikut Beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan harga: Kelebihan Pasokan – Panen yang melimpah di beberapa sentra produksi membuat stok menumpuk.Permintaan Lemah – Industri parfum dan kosmetik internasional belum menunjukkan peningkatan signifikan. Kurs dan Ekonomi Global – Tekanan ekonomi global serta nilai tukar mempengaruhi daya beli importir.
Pemerintah dan asosiasi terkait diharapkan dapat memberikan dukungan, baik melalui program stabilisasi harga maupun perluasan akses pasar ekspor, agar industri minyak nilam tetap kompetitif dan memberikan keuntungan yang berkelanjutan bagi petani (Samino Sam)

























