Mahasiswa KKL, Bahas Stunting di KUA Sasak

Daerah, Topik Terkini827 Dilihat

Pasaman Barat, bundaran4news.com , – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kecamatan Sasak Ranah Pasisir, Rabu (26/7) kunjungi Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, guna menjalin koordinasi dan kerjasama mengatasi kasus stunting di wilayah kecamatan setempat.

Untuk tingkat kabupaten, Selasa (25/7) tim teknis dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sumatera Barat, secara bersama lintas sektoral melakukan audit kasus stunting di aula kantor bupati, Simpang Empat.

Seiring hal itu, mahasiswa yang KKL di Kecamatan Sasak Ranah Pasisir, Rabu, datang dan berkoordinasi dengan jajaran KUA setempat, sehingga secara bersama bisa mendata jumlah kasus stunting yang tersebar di Sasak Ranah Pasisir, serta apa upaya bersama yang dilakukan memberantas kasus stunting, secara khusus di Kecamatan Sasak Ranah Pasisir.

Kepala KUA Sasak Ranah Pasisir, Bisman, katakan, atas nama lembaga dan keluarga besar KUA Kecamatan Sasak Ranah Pasisir, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kunjungan mahasiswa KKL, yang melaksanakan koordinasi dan kerjasama dalam rangka menanggulangi kasus stunting di Sasak Ranah Pasisir.

Seperti informasi dan penjelasan yang diperoleh dari audit kasus stunting di aula kantor bupati, Simpang Empat, Selasa kemarin, kasus stunting di Pasaman Barat patut dikaji ulang dan hdianalisa secara bersama. Sebab, kasus stunting di Pasaman Barat cukup banyak dan butuh kerjasama yang berkesinambungan untuk mengatasinya.

Wakil Bupati, Risnawanto, pada kesempatan itu, ajak semua pihak agar bekerja maksimal, sehingga tidak ada lagi ditemukan kasus baru dan agar target untuk penurunan angka stunting yang sudah ada saat ini di Pasaman Barat bisa tercapai.

Berdasarkan data Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM), jelas Risnawato, dikutip Bisman, menunjukkan bahwa 5.170 (15,35 persen) bayi dan balita stunting di Pasaman Barat. Sedangkan dari data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan bahwa 35,5 persen bayi dan balita stunting tahun 2022 di Kabupaten Pasaman Barat.

Kunjungan mahasiswa KKL sekaligus melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak KUA Sasak Ranah Pasisir, adalah waktu yang tepat. Sebagai aparatur pemerintah di kecamatan pihaknya mendukung dan berkomitmen secara bersama, mengentaskan peredaran kasus stunting di tengah masyarakat. (Jai)