Mahasiswa Punya Harga Diri, Jangan Dijual Demi Pilkada Kabupaten Pasaman Barat 2024

Pasaman Barat,Bundaran4News.com—Dalam setiap momentum politik, mahasiswa sering kali menjadi bagian dari dinamika sosial-politik yang terjadi. Termasuk juga dalam Pemilihan Bupati yang dihelat di Pasaman Barat. Sehingga, penting bagi mahasiswa untuk memahami perannya secara konteks politik praktis “Ujar Formasi Tangkas mahasiswa Pasaman Barat di jakarta Saat di temui Bundaran4News.com di kediamannya, Senin (8/10)

Farmasi Tangkas Juga Mengatakan “Sebagai kaum intelektual, mahasiswa seharusnya mengambil posisi yang bijaksana dan independen. Bukan malah terlibat dalam kepentingan politik jangka pendek yang dapat mengaburkan idealisme dan tanggung jawab moral”Ulasnya

Ditambahkannya, Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kontrol sosial dan agen perubahan. Dengan kapasitas intelektual dan pemahaman yang lebih mendalam, mahasiswa diharapkan mampu memberikan pandangan kritis terhadap berbagai kebijakan dan program yang ditawarkan oleh para calon bupati.

Namun, sering kali mahasiswa dijadikan objek politik oleh pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan massa dan popularitas mereka untuk meraih keuntungan elektoral. Hal ini tentu saja mengurangi independensi dan kredibilitas mahasiswa sebagai kelompok yang seharusnya bersikap kritis terhadap semua pihak.

Untuk menjaga marwah dan integritas mahasiswa, penting kiranya untuk tetap menjaga jarak dari keberpihakan politik praktis. Netralitas mahasiswa bukan berarti apatis atau tidak peduli terhadap situasi politik, tetapi lebih kepada menjaga agar mahasiswa tetap dapat memberikan kritik yang objektif dan berimbang, tanpa terpengaruh oleh kepentingan salah satu calon.

Dengan bersikap netral, mahasiswa dapat lebih fokus pada substansi visi, misi, dan program yang diusung oleh para calon, serta dampaknya bagi masyarakat luas” Ulasnya

Karena itu, Ikatan Mahasiswa Pascasarjana Pasaman Barat (IMPPB) menyatakan sikap netral dalam menghadapi Pemilihan Bupati Pasaman Barat. Berikut adalah poin-poin utama dari pernyataan sikap kami:

1. Menjaga Independensi Mahasiswa,
Kami menegaskan bahwa Ikatan Mahasiswa Pascasarjana Pasaman Barat (IMPPB) akan tetap netral dalam pemilihan calon Bupati. Sikap netral ini adalah bentuk komitmen kami untuk tidak terlibat dalam dukungan kepada salah satu calon, agar kami dapat tetap berperan sebagai pengawas sosial yang objektif.

2. Mengutamakan Kepentingan Masyarakat Pasaman Barat,
Fokus utama kami adalah mendukung kebijakan dan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pasaman Barat. Oleh karena itu, kami akan menilai secara kritis dan objektif setiap visi, misi, dan program dari para calon bupati, tanpa keberpihakan politik.

3. Menolak Tekanan dan Intervensi Politik
Kami dengan tegas menolak segala bentuk tekanan, intervensi, atau ajakan dari pihak manapun yang berusaha memanfaatkan mahasiswa sebagai alat politik. Kami berkomitmen untuk menjaga netralitas agar tetap dapat berdiri di atas kepentingan rakyat, bukan kepentingan segelintir kelompok.

4. Mendorong Demokrasi yang Sehat dan Transparan
Kami mendukung penuh proses demokrasi yang berjalan adil, jujur, dan transparan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Pasaman Barat untuk menggunakan hak pilihnya secara cerdas, tanpa terpengaruh oleh politik uang atau janji-janji kosong yang merugikan masa depan daerah.

5. Meningkatkan Partisipasi Mahasiswa dalam Pengawasan Pemilu
Meskipun bersikap netral, kami tetap mendorong mahasiswa untuk aktif terlibat dalam pengawasan pemilu demi memastikan proses demokrasi yang bersih dan akuntabel. Kami akan terus memberikan kontribusi positif dalam mendorong perubahan sosial yang lebih baik di Pasaman
Barat.

Dengan pernyataan ini, kami mengajak seluruh mahasiswa Pasaman Barat untuk tetap konsisten menjaga netralitas dan terus berperan sebagai agen perubahan yang berpihak pada kebenaran, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat(Red)