Oleh : Gusmizar
Pranata Humas Ahli Muda pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat, dan Praktisi Jurnalistik di Pasaman Barat
SAMA halnya dengan teks Bahasa Indonesia lainnya, dalam teks berita juga memiliki struktur tersendiri. Menurut Romli (2018), struktur teks berita ini ada 3, yakni orientasi berita, peristiwa, dan sumber berita. Nah, berikut adalah penjelasannya.
1. Orientasi Berita
Yakni berupa pengenalan masalah atau hal-hal apa saja yang akan dibahas dalam teks berita tersebut. Jika melihat pada unsur-unsur teks berita 5W 1H, maka struktur ini memuat unsur What (Apa).
2. Peristiwa
Yakni berupa rangkaian peristiwa yang terjadi dan dijelaskan secara rinci serta berurutan. Jika melihat pada unsur-unsur teks berita 5W 1H, maka struktur ini memuat unsur Who (Siapa), Where (Dimana), When (Kapan), Why (Mengapa), dan How (Bagaimana).
3. Sumber Berita
Sumber berita sebenarnya dapat diletakkan di awal berita, tetapi di akhir juga diperbolehkan. Biasanya, sumber berita ini dituliskan pada media cetak seperti surat kabar.
Kaidah Kebahasaan Teks Berita
Kaidah kebahasaan sangat digunakan sebagai pedoman untuk menyusun suatu teks, tak terkecuali pada teks berita. Menurut Romli (2018), kaidah kebahasaan dari teks berita adalah:
1. Menggunakan Kalimat Langsung
Jika hendak menggunakan kalimat langsung, maka biasanya akan berupa hasil kutipan dari pembicaraan narasumber pada sebuah wawancara.
2. Menggunakan Kalimat Tidak Langsung
Apabila hendak menggunakan kalimat tidak langsung, maka disarankan untuk melaporkan teks beritanya dengan susunan kalimat pada umumnya.
3. Menggunakan Verba Transitif
Yakni berupa verba (kata kerja) yang dapat diubah menjadi bentuk pasif.
4. Menggunakan Pewarta
Yakni berupa verba (kata kerja) yang mengindikasikan suatu percakapan. (*)


























