Pasaman Barat, bundaran4news.com- Digunakan sebagai bahan baku rokok pengganti tembakau sehingga bebas nikotin. Budidaya tanaman talas, yang terdiri dari jenis sente, kajar dan ratih, hasil panen tanaman tersebut, ternyata sangat menggiurkan.
Berdasarkan keterangan Ketua Gapoktan Albasiko 1 Syamsuri, daun talas merupakan produk ekspor ke luar negeri dan hasil panen dari 1 hektar daun talas, bisa menghasilkan setidaknya 10 ton.
Diketahui harga produk daun talas yakni Rp. 1.000,- perkilo, sehingga 1 hektar tanaman ini bisa menghasilkan uang Rp. 10 jt per bulannya. Syamsuri menjelaskan bahwa, dari tanam hingga panen, tanaman talas membutuhkan waktu hanya selama 4 bulan. Setelah 4 bulan, talas bisa dipanen daunnya sekali sebulan.
Pria yang mendapat julukan Si Manusia Talasan menuturkan bahwa, untuk saat ini Australia merupakan negara pemasok daun talas tersebut dan kedepannya negara – negara Eropa dan Amerika juga bakal jadi pangsa pasar komoditi tanaman ini.
“Saat ini, saya secara pribadi sudah membudidayakan 5 hektar tanaman talas. Kedepannya tiap kelompok dari Gapoktan Albasiko 1 bakal menanam 5 hektar. Apalagi, jumlah permintaan produk daun talas dari negara Australia cukup tinggi”, ujar Syamsuri.
“Masyarakat tak perlu ragu untuk menanam, karena daun talas jenis sente, kajar dan ratih, hasil panennya sangat menjanjikan. Gapoktan yang kami kelola, menyediakan bibit tanaman talas hanya seharga Rp. 3.000,- per batang. Kami siap untuk membina petani kita dalam pembudidayaan tanaman ini”, lanjut Syamsuri.
“Kami juga memasarkan hasil panen daun talas para petani ke luar negeri. Untuk pemasaran, tak hanya negara Australia, karena kedapannya sejumlah negara – negara di benua Eropa dan Amerika, juga bakal menjadi pangsa pasar produk kita”, tambahnya.
Sementara itu, Kadis DTPH Pasbar Sukarli melalui Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Afdal, SP yang ditemui di ruang kerjanya baru – baru ini, menyatakan dukungannya terhadap budidaya tanaman tersebut.
“Budidaya dan pengembangan tanaman talas merupakan program Kementerian Pertanian melalui Dirjen Tanaman Pangan Akabi ( Akar, biji dan umbi ). Kami dari DTPH Pasbar, tentu sangat mendukung terlaksananya program budidaya tanaman ini di daerah kita”, ujar Afdal.
“Ini juga demi meningkatkan kesejahteraan para petani, karena daun tanaman talas merupakan produk ekspor ke luar negeri. Jelas hasilnya bisa meningkatkan pendapatan para petani kita di Pasaman Barat”, lanjutnya lagi. (Zein)
Menjadi Produk Export, Hasil Budidaya Tanaman Talas Sangat Menggiurkan






















