Pasaman Barat, bundaran4news.com – Menyusul parahnya kerusakan bangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) dan Raudhatul Adfal Kasih Ibu di Kajai, pasca gempa vulkanik yang menimpa kenagarian itu, Jumat, 25 Februari 2022. Kamis (14/4) sore, Manajemen Bank Mega Pusat, menyurvey kondisi bangunan dua madrasah itu.
Kenjungan Muslih, dari Bank Mega pusat ke Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, didampingi pihak Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, masing-masing Desra Yelli, Ade Agusruni, dan Sabar M. Selain itu, komunitas Masyarakat Relawan Pasaman Barat (MRPB), diwakili Mon Eferi.
Dari peristiwa gempa yang menimpa Kenagaria Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat, beberapa waktu lalu, mengakibatkan ratusan rumah warga ambruk dan rusak, empat sarana ibadah (mesjid dan mushala rusak, 10 orang meninggaldunia, dan tiga unit madrasah rusak. Selain MIS dan RA Kasih Ibu, 11 lokal di Madrasah Aliyah Neger (MAN) 4 Pasaman Barat, dan bangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah, juga berada di Kajai mengalami kerusakan.
Untuk melanjutkan proses pembelajaran di tiga madrasah swasta dan negeri itu, Tim Kementerian Agama (Kemenag) Peduli, pihak madrasah bersama masyarakat sekitar secara bersama-sama membuat (membangun) lokal darurat, sehingga proses pembelajaran di madrasah yang dimaksud tetap berjalan seperti biasanya.
Tim Bank Mega Pusat, Muslih, di sela-sela meninjau kondisi bangunan gedung MIS dan RA Kasih Ibu di Nagari Kajai, menjelaskan, musibah yang menimpa masyarakat Nagari Kajai dengan ratusan rumah warga rusak, empat sarana ibadah rusak, sejumlah warga meninggal dunia, dan tiga unit madrasah juga mengalami rusak adalah ketetuan dan takdir dari Yang Maha Kuasa.
Sebagai hamba Allah Swt dan umat yang beriman, katanya, hanya menerima takdir sekaligus ketentuan dari Yang Maha Kuasa dimaksud. Namun, sebagai warga Negara dan pihak yang peduli atas musibah yang diberikan kepada masyarakat, pihaknya hanya berusaha untuk tanggap sekaligus membantu beban berat masyarakat setempat.
Bank Mega, sebagai perusahaan pengelola jasa perbankan di tanah air, ulas Muslih, merasa terpanggil dan prihatis atas musibah yang menimpa masyarakat Nagari Kajai. Seiring hal itu, pihaknya menyurvey kondisi bangunan madrasah, khususnya MIS dan RA Kasih Ibu, yang mengalami rusah berat, akibat dihantam gempa, beberapa waktu lalu.
Guru MIS Kajai, Doni Saputra, didampingi Ensi Indah Sari, menjelaskan, semenjak geuma berkekuatan 5,1 pada scala ricter (SR), 6,2, dan seterusnya menimpa Nagari Kajai, bangunan gedung madasah yang dipimpinnya ambruk dan tidak bisa dipakai lagi. Agar proses pembelajaran berjalan maksimal, pihaknya bersama Tim Kemenag Peduli Pasaman Barat, dibantu warga sekitar, membangun ruang kelas darurat di komplek madrasah.
Kehadiran Tim Bank Mega Pusat dari Jakarta, didampingi pihak Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat bersama perwakilan MRPB, meninjau sekalgus menyurvey kondisi bangunan madrasah yang dipimpinnya, merupakan kebahagiaan bagi pihaknya. Kiranya, pihak Bank Mega, bisa mengambil kesimpulan dari survey yang dilaksanakan, selanjutnya berkenan menyalurkan bantuannya. (gmz/rajo)
MIS dan RA Kasih Ibu di Kajai, Disurvey Bank Mega






















