Pasaman Barat, bundaran4news.com ,- Guna menyampaikan persepsi dan pemahaman dalam pembuatan naskah soal asesmen madrasah bersama Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTsN (Madrasah Tsanawiyah Negeri) 3 Pasaman Barat, mulai Senin (17/4) dilaksanakan workshop di ruang pertemuan madrasah itu, Langgam Kecamatan Kinali, Pasaman Barat.
Kepala MTsN 3 Pasaman Barat, Gusnifar, melalui akun WhatsApp (WA)-nya dari madrasah yang dipimpinnya, Senin siang, menjelaskan, Workshop pembuatan soal untuk assesment madrasah bersama KKM sejajaran MTsN 3 Pasaman Barat pada Senin 17 April 2023 dengan narasumbernya Fasilitas Daerah (Fasda) Matematika Pasaman Barat, Budi Santoso.
Dijelaskan, meningkatkan kualitas penyelenggaraan Asesmen Madrasah (AM) secara nasional telah dijelaskan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI, malah telah menyusun dan menetapkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 901 Tahun 2023 tentang Standar Operasional Prosedur Penyelenggaraan Asesmen Madrasah Tahun Pelajaran 2022/2023, untuk dipedomani dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Seiring hal itu, ulasnya, MTsN 3 Pasaman Barat, mulai Senin, 17 April 2023, menyelenggarakan workshop, diikuti 40 guru dari MTsN 3 Pasaman Barat bersama guru-guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang se KKM dengan MTsN 3 Pasaman Barat, seperti MTs Pondok Pesantren Darul Hadits Pasaman Barat di Beskem, Kecamatan Kinali.
Secara umum, terang Gusnifar, ada 19 mata pelajaran AMBK (Asesmen t Nasional Berbasis Komputer) diramu sejumlah guru fasilitator yang ada, sesuai mata pelajaran dan disiplin ilmu yang dimiliki. Di lingkungan Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, terdapat beberapa orang guru, yang dinyatakan lulus sebagai tim fasilitator daerah, sesuai bidang studi yang diampu para tenaga pendidik yang bersangkutan.
Untuk menguji validitas soal yang disiapkan, ulas Gusnifar, setiap guru mata pelajaran tentunya menyampaikan hasil penyusunan soal untuk didiskusikan dan perbaikan. Proses yang dilaksanakan dalam pembuatan naskah soal, mulai dari bentuk soal, jenis soal dan sebagainya, sehingga soal yang disiapkan itu dinyatakan sesuai, dan tepat diserahkan kepada para siswa, untuk dijawab.
Pasilitator daerah di MTsN 3 Pasaman Barat, Budi Santoso, mengakui, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menghasilkan soal soal yang baik dan memenuhi unsur kesesuaian Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Kisi-kisi soal dan bentuk soalnya, tentu harus sesuai dengan kondisi, kemajuan dan perkembangan zaman. (Jai)






















