Muhammad Nur. Jadikan Mesjid Sarana Pembentukan Sikap

Pasaman Barat, bundaran4news.com – Mesjid atau mushala, bukanlah sekedar tempat melasanakan shalat, pengajian, dan wadah belajar mengaji bagi murid Taman Pendidikan Quran (TPQ) dan Madrasah Diniyah Taklimiyah (MDTA). Mesjid atau mushala adalah sarana pembentukan sikap, kepribadian, dan kemandirian setiap generasi.Pertanyaannya adalah, sejauhmana peran masyarakat, pengurus mesjid/mushala, termasuk orangtua anak mendorongan, memotivasi dan menyemangati generasi penerusnya, agar mereka betah beribadah di masjid/mushalanya, kata Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Muhammad Nur, ketika memberikan tausiyah ramadhan di Mesjid Agung Baitul Ilmi, Simpang Empat, Selasa (5/4) malam.
“Kalau ada pihak berpendapat, mesjid atau mushala hanya tempat melaksanakan shalat, dan belajar mengaji bagi musid TPQ atau MDTA rasnya kurang pas. Dulu, sarana ibadah atau surau dijadikan tempat belajar agama, adat, budaya, dan di halamannya tempat belajar silat”, kata Muhammad Nur, melalui tausiyahnya, Selasa malam.
Pertanyaannya, katanya adalah, sejauhmana peran pengurus mesjid/mushala, masyarakat bersma para orangtua, memberi dorongan, motivasi dan sebagainya kepada generasi penerusnya, agar mereka betah dan senang beribadah di dalamnya. Perhatian dimaksud, bukan hadir dan mengikuti kegiatan ramadhan pada setiap harinya.
Kepada generasi penerus yang menjadikan mesjid atau mushala tempat beraktivitas, Muhammad Nur, mengajak agar merubah sikap dan kebiasaan, selanjutnya melangkah ke arah lebih baik. Sebab, sukses atau tidak, taat atau tidak, atau berubah atau tidaknya seseorang, bukanlah ditentukan oleh orang lain, tapi dirinya sendiri.
Untuk itu, ajak kepala kantor itu lagi, jadikanlah masjid atau mushala tempat generasi milenial belajar mendalami ilmu pengetahuan agama dan keagamaan secara maksimal. Selain itu, memberikan fasilitas yang maksimal, akan membuat mereka selalu betah mengkuti serangkaian kegiatan di sarana ibadah bersangkutan. (gmz/rajo)