Operasi Pekat Jaring 23 Pemandu Karaoke, Bupati H. Hamsuardi : Kita Razia Rutin Tiap Malam

Topik Terkini271 Dilihat

Pasbar, bundaran4News.com—Oprasi Pekat Beberapa Kafe dan tempat Hiburan malam berhasil  mengamankan 25 wanita Pemandu Karaoke dan Juga sepasang Kekasih Tanpa Ikatan Pernikahan(Suami Istri) Operasi Gabungan terdiri dari PRAPOM, Polres Pasaman Barat, Polisi Pamong Praja( POL-PP) Pasbar, “Kamis (08/07) Berlangsung Sukses dan Aman

Bupati Pasbar, H. Hamsuardi didampingi Plt. Kasatpol PP, Syafaruddin Mengatakan Pada www.bundaran4News.com”Jumat depan menurutnya, razia pemberantasan pekat ini rutin dilakukan tiap malam.“ Tiap malam akan ada razia dan pembinaan sehingga maksiat di Pasbar bersih. Baik itu Narkoba,  perempuan malam dan lain sebagainya. Kita telah koordinasi dengan Bapak Kapolres dan beliau siap membantu kita, jelasnya, didampingi Kasat POL- PP Pasbar, Syaparuddin.

Lanjutnya, kepada mereka yang terjaring razia itu difasilitasi dan dibelikan tiket pulang ke kampung halaman masing-masing. Dan diminta mereka tidak datang lagi.  “Selama ini kita menuduh orang Pasbar ada yang jahat nakal dan sebagainya ternyata dari 23 orang hanya 3 yang dari Pasbar. 20 orang yang datang  dari luar. Ini yang harus kita bersihkan, “ kata Bupati.

Plt Kasatpol PP Pasbar, Saparuddin didampingi Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Handoko di Simpang Empat, Jumat mengatakan, razia diilakukan di empat kafe yakni di Kafe Cahaya Jambak, Kafe Nuansa Batang Lingkin, Kafe Ningsih Batang Lingkin dan di Kedai tuak di Jambak.

” Razia kita dilakukan dalam rangka menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2017 perubahan Perda Nomor 13 tahun 2018 tentang keamanan dan ketertiban masyarakat. Dan karena saat ini dalam pandemi Covid-19, mereka juga dilakukan tes swap Covid-19,” katanya.

Sementara itu PLT Kepala Dinas Sosial Tri Wahluyo Mengatakan “ Masalah Sosial di Pasbar ini adalah tugas kita untuk menindak lanjutinya, Untuk 23 Wanita Pemandu Karaoke ini akan kita kembalikan ke Daerah  Asal masing-masing untuk mendapat Pembinaan dari Pihak Keluarga, Dan Apa bila Mereka Terjaring lagi atau Mengulangi Perbuatannya kami Lakukan Pembinaan”Ujar Tri waluyo.(BS)