Simpang Empat, bundaran4news.com—Menurut Penggiat Seni dan Budaya Kabupaten Pasaman Barat Bayu, Pekerja seni khususnya di Simpang Empat, selama pandemi covid-19 mati suri karena tidak bisa berkreasi, untuk mencari nafkah. Terlebih dikala diberlakukan PPKM , para pekerja seni dilarang manggung. Sehingga para pekerja seni tidak lagi memiliki penghasilan, untuk menghidupi keluarganya.
“Dua tahun cukup sudah kami toleran terhadap kebijakan Pemerintah. Kami selalu turut anjuran, dan taat peraturan, walaupun nasib kami tak terpikirkan oleh pemerintah,” Kata Bayu (49) Tahun yang memulai karir di Dunia Seni Sejak 1986, Sedangkan Keseharain Bayu Sebagai Pemain Keyboard KN 7000 Pada Yuant Musik Alamat Padang Lawas Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo kepada Bundaran4News.com,Selasa (6/10).
Dengan semua kebijakan dan peraturan yang dibuat pemerintah dinilainya, tiada satupun yang berpihak kepada para pekerja seni. Yang terdengar dan viral di masyarakat saat ini, yang diperhatikan pemerintah hanya masyarakat pelaku UMKM, yang diberikan bantuan, dan masyarakat lainnya. Tetapi bagi pekerja seni, tidak ada satupun program pemerintah, peduli terhadap pekerja seni.Padahal Setiap Kami Main Tempat Pesta Layaknya Seperti Pasar Malam semua Pedagang Kecil Menjajakan Daganggannya.
“Pikirkan kami, dan segera temui kami secara virtual. Bapak kerap menggelar Zoom Meeting, bersama para elit. Sesekali coba bapak temui wajah kami, dan dengarkan suara kami, luangkan waktu, dan tunjukan keberpihakan pemerintah terhadap kami,” imbuhnya.
Sementara itu, Dian Penyanyi YUANT MUSIK menyatakan, pemerintah seharusnya memperlakukan sama terhadap para pekerja seni dan Penyanyi. Mereka jelas merasakan dampak dari pandemi covid-19, dan diberlakukannya PPKM ini.
Belum terdengar “kata Dian, ada bantuan dari pemerintah, buat masyarakat terdampak PPKM, tetapi hingga saat ini, belum ada satu bantuan pun yang, menyentuh para pelaku seni dan Orgen Tunggal selama pandemi ini.
Dian juga Berharap, agar memperhatikan nasib para pekerja seni dan Penyanyi, karena seni dan Penyanyi, menjadi karakter bagi sebuah bangsa.
“Jika tidak diperhatikan nasibnya, khawatir pelestarian seni dan budaya akan punah seiring pandemi covid-19 berlangsung, untuk saat ini kami sudah ada lebih dari 1000 orang Lebih yang berharap kepada Pemkab Pasaman Barat Untuk Peduli Kepada Kami ” pungkas Dian Selaku Penyanyi Yuant Musik Padang Lawas itu.(Rajo)






















