Permainan Sepakbola Tiki Taka Butuh Kreativitas Pemain

Pasaman Barat, bundaran4news.com- Penikmat sepakbola tentu sudah tak asing dengan gaya bermain sepakbola tiki taka, yang mengandalkan penguasaan bola dan mengutamakan umpan pendek cepat dari kaki ke kaki.

Gaya permainan tersebut saat ini, memang identik dengan Barcelona, Timnas Spanyol dan Manchester City. Mereka telah berhasil meraih banyak gelar dengan mengusung gaya permainan tersebut.
Namun ada kalanya gaya bermain seperti itu, membuat penonton menjadi bosan dan gregetan. Pertanyaannya adalah, mengapa hal ini bisa terjadi ?. Seperti yang terlihat di timnas Spanyol, yang sebelumnya berhasil menjuarai Piala Dunia tahun 2010 dan 2 Piala Eropa secara beruntun.
Kini, timnas Spanyol malah sering mentok di kejuaraan Piala Dunia dan Euro. Walau begitu mendominasi pengusaan bola di setiap pertandingan yang mereka mainkan.
Persoalan ini terjadi, karena kurangnya inisiatif dan kreativitas pemain saat pertandingan. Penerapan formasi pemain yang tidak sesuai, juga menjadi penyebabnya.
Hanya oper sana dan oper sini, jelas tak kan menghasilkan gol, tanpa adanya usaha untuk menembak ke gawang. Pengusaan bola yang bahkan mencapai 75 persen, malah menjadi tak berarti jika tak dimanfaatkan dengan baik.
Mesti ada kreativitas pemain, agar bisa memanfaatkan penguasaan bola yang tinggi, dengan melakukan tembakan sebanyak mungkin ke gawang lawan, sehingga peluang untuk mencetak banyak gol dan memenangkan pertandingan bisa terwujud.
Seperti yang terlihat pada permainan Manchester City, mereka begitu mendominasi penguasaan bola dan sekaligus bisa menghasilkan banyak tembakan ke gawang lawan. Sehingga membuat, peluang mereka untuk memenangkan pertandingan menjadi lebih tinggi.
Seperti diketahui bahwa, City berhasil menorehkan rekor 21 kemenangan beruntun di musim ini, sebelum akhirnya bisa dikalahkan. Salah satu penyebab terjadinya kekalahan adalah, karena tak konsisten menerapkan formasi false nine, yang merupakan kunci keberhasilan mereka meraih kemengan beruntun tersebut.
Inisiatif dan kreativitas pemain, merupakan ruh dari gaya permainan tiki taka. Percuma mendominasi pertandingan, jika tak mampu memanfaatkannya untuk melakukan tembakan sebanyak mungkin ke gawang lawan, demi meraih kemenangan.
Persoalan inilah yang terjadi di timnas Spanyol sebelumnya, dan saat ini terlihat telah ada perbaikan yang mereka lakukan, dengan adanya pergantian pelatih. Kesalahan tersebut tentunya, bukan karena pemain semata, peran pelatih dalam mengarahkan mereka dan menentukan formasi pemain yang tepat, juga sangat menentukan.
Permainan sepakbola tiki taka, memerlukan kesempurnaan, antara skill, kreativitas dalam memanfaatkan penguasaan bola, formasi pemain yang tepat dan tentunya keberadaan striker, yang bisa menyatu dengan permainan tim. Terlihat, penggunaan striker false nine memang lebih cocok dengan gaya permainan ini.
Jika semua itu diterapkan, gaya permainan tiki taka bisa membuat tim yang mengusung permainan ini, memiliki peluang memenangkan pertandingan yang sangat besar. Karena sepakbola adalah permainan tim, bukan individu seperti layaknya tinju, olahraga beladiri, catur dan sejenisnya. (Zein)