Talas Beneng Akan Dongkrak Ekonomi Masyarakat Pasbar, Syamsuri : Alabsiko 1 Siapkan lahan Untuk Tanam Perdana

Kinali,bundaran4news.com–-Pertemuan Teknis Budidaya Tanaman Talas Beneng Gapoktan Albasiko I (Satu) bertampat di Gedung Serba Guna Jorong bunuik Nagari Kinali Kecamatan Kinali, di hadiri Pj.Wali Nagari Kinali Sudirman.S.Sos, Camat Kinali, Kabid Dinas Pertanian Pasbar Afdal, Kabid Perkebunan Tanaman Pangan Holtikultura Provinsi Sumatera Barat Ir.Yustiadi, Ketua DPC Pertabenindo Indonesia Ibnu Sina ,Rabu (22/06) Berlangsung Sukses.

Talas Beneng saat ini tengah menjadi potensi baru yang sangat menjanjikan pada sektor perkebunan dan tanaman hortikultura lokal di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Provinsi Sumbar.Jika dilihat dari masa tanaman yang terbilang singkat, tanaman ini memiliki prospek yang cukup bagus. Terlebih lagi, tanaman ini tahan terhadap hama dan Penyakit, pemasarannya juga tersedia. Karena itu, tidak mengherankan apabila talas beneng menjadi andalan baru bagi masyarakat petani Pasbar.

Talas Beneng merupakan singkatan dari ‘besar dan koneng’ yang berarti berukuran besar dan berwarna kuning. Tanaman ini dapat dipanen setelah berumur 2 tahun dengan produksi umbi sekitar 40-45 Kg.
Umbi yang dihasilkan bahkan bisa lebih besar saat dipanen berumur 2 tahun dengan estimasi produksi mencapai 400 ton, sehingga potensi pendapatan petani bisa mencapai sekitar 400 juta/hektare.

Di Kabupaten Pasaman Barat saat ini sudah ada sekitar 2 hektare (Ha) kebun talas beneng yang tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain, Kinali , Pasaman, Luhak Nan Duo dengan sentra budidaya atau pilot project berada di Kecamatan Kinali

Ketua Gapoktan Albasiko I (Satu) Syamsuri mengatakan, Kabupaten Pasaman Barat saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan budidaya talas beneng di Provinsi Sumbar dengan menargetkan sekitar 2 ribu Ha.

“Sejauh ini kita masih sebatas mengirim bahan baku, baik itu untuk umbi dan daun talas beneng. Peluang pasar masih terbuka lebar, sehingga terbuka peluang para pihak untuk saling bekerja sama dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkap Syamsurii.

Menurutnya, daun talas Pasbar yang diproduksi menjadi tembakau sudah menghasilkan produk rokok sendiri dan mulai untuk di pasarkan, Saat ini pengolahannya masih menggunakan mesin Sendiri.

“Karena disini Ada Mesin untuk mengolah jadi rokok, Sebelumnya di sini masih manual, kita di Pasbar khususnya Kinali masih proses persiapan pabrik sendiri,” ucapnya..

Mewakili Kelompok Wanita Tani (KWT) dan pengusaha talas beneng, Nelvaria berharap adanya dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Baratl khususnya dan Provinsi Sumatera Barat mengingat potensi besar yang dapat berpengaruh kepada tingkat ekonomi masyarakat.

Untuk saat ini Para Anggota Kelompok Wanita Tani Lagi Lagi semangatnya untuk bertanam Talas Beneng saat ini kita di bantu Dana Pokir DPRD Provinsi Yaitu Bapak Samsul Bahri dari Partai PDIP untuk Lahan 2 ha yang nantinya akan kami lakukan penanaman Perdana di sini Dan Kita Undang semua Petani Dipasaman Barat ini, Ungkap Nelvaria Menambahkan.( Rajo)