Pasaman Barat, bundaran4news.com- Menonjol dengan pendidikan agama, terutama kemampuan berbahasa Arab yang sangat baik dan mampu hafal hingga 30 juz Alquran, membuat tamatan Perguruan Pesantren Arabi Darul Yamani Assyarif banyak yang mendapatkan undangan pendidikan dari berbagai perguruan tinggi favorit di Indonesia.
Mereka mendapatkan beasiswa ataupun gratis uang pendidikan. Tak hanya dari perguruan tinggi di Indonesia, karena setiap tahunnya lulusan Perguruan Pesantren tersebut, juga mendapatkan undangan pendidikan dari berbagai perguruan tinggi ternama di negara Mesir.
Disana, mereka memperoleh beasiswa penuh dan tidak penuh. Untuk beasiswa penuh, selain gratis biaya pendidikan, mereka juga mendapatkan gaji setiap bulannya. Sedangkan untuk beasiswa tidak penuh, mereka digratiskan biaya pendidikan selama belajar di perguruan tinggi tersebut.
Perguruan Pesantren yang beralamat di Jorong Pisang Hutan Nagari Sasak, dikenal dengan pembinaan yang intensif di bidang pendidikan agama. Adanya pemondokan santri selama belajar dan ditunjang dengan guru – guru yang berkompeten serta profesional di bidangnya.
Perguruan Pesantren berbasis Kurikulum Timur Tengah ini, terlihat unggul dengan pendidikan tahfiz Alquran. Ada sejumlah program tahfiz yang mereka terapkan, dari kelas istimewa yang hafal 30 juz, kelas A dengan hafalan hingga 20 juz dan kelas B, yang hafal 10 juz Alquran.
Sedangkan jika hanya sekedar untuk kelulusan, para santri minimal mesti hafal 1 juz pertahun, yakni 6 juz selama 6 tahun belajar disana. Perguruan Pesantren Arabi Darul Yamani Assyarif dimulai dari tingkatan MTs, MA dan SMK dengan jurusan Teknik Komputer Jaringan.
Selama disana, mereka dibina dengan pendidikan pondok pesantren, sehingga setelah menamatkan pendidikan bisa langsung terjun ke tengah – tengah masyarakat. Mereka sudah bisa mandiri ataupun bekeluarga dan hidup dengan jalan berdakwah.
Tak hanya tahfiz Alquran dan kemampuan berbahasa Arab, Perguruan Pesantren ini juga meraih prestasi nasional di lomba pidato, dengan menyabet Juara 1 Khutbah Berbahasa Indonesia oleh Dandi Putra Wijaya. Lomba tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI di Jakarta.
Dandi Putra Wijaya juga mendapatkan undangan untuk melanjutkan pendidikan di salah satu Perguruan Tinggi ternama di Mesir pada tahun 2018. Disana Santri tersebut mendapatkan beasiswa penuh, yakni gratis biaya pendidikan dan mendapatkan gaji tiap bulannya.
Sedangkan santri Perguruan Pesantren ini yang mendapatkan undangan pendidikan dan beasiswa di bidang Kedokteran yakni Bazaruddin warga Kinali. Bazaruddin mendapatkan beasiswa dari Universitas Baiturahmah, gratis biaya pendidikan dan menerima uang saku 4 juta persemester selama belajar disana.
Saat ini Perguruan Pesantren yang dipimpin Dr. H. Sirril Masri, Lc, MA memiliki 350 orang santri. Saat ditemui di ruang kerjanya baru – baru ini, dirinya mengungkapkan bahwa untuk tahun ini ada 5 orang santri, yang juga bakal melanjutkan pendidikan ke Mesir setelah melalui proses seleksi.
“Jika masyarakat tidak ingin kecewa dengan pendidikan agama anak – anak mereka. Ingin menang dunia dan akhirat, mari mondokkan anak – anaknya di Perguruan Pesantren Arabi Darul Yamani Assyarif”, ajak Sirril Masri.
Pimpinan Peguruan Pesantren tersebut mengatakan bahwa, kualitas tamatan Perguruan Pesantren Arabi Darul Yamani Assyarif setara dengan S1 dan tak mesti kuliah. Mereka sudah bisa mandiri dan hidup dengan jalan berdakwah, jika tidak ingin kuliah.
Luar biasanya lagi, bagi santri yang memiliki hafalan terbaik 30 juz Alquran, bakal mendapatkan hadiah langsung 1 unit sepeda motor dari Perguruan Pesantren tersebut. Sehingga membuat para santri mereka menjadi terpacu dan termotivasi dalam belajar tahfiz Alquran.
Kualitas dan keunggulan pendidikan agama Perguruan Pesantren Arabi Darul Yamani Assyarif, tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, untuk melanjutkan pendidikan anak – anak mereka di Perguruan Pesantren tersebut. (Zein)
Tamatan Perguruan Pesantren Arabi Darul Yamani Assyarif Kuliah Hingga Ke Mesir

























