Kaum Ibuk-Ibuk Kinali Lestarikan Tradisi Ma-apam

Kinali, Bundaran4news.com, Setiap Jelang memasuki bulan Rajab kaum ibu-ibu di Kenagarian Kinali, Kabupaten Pasaman Barat (Sumbar) melaksanakan tradisi memasak apam (Kue) di kantor walinagari, Jumat (27/1/2023).

Tradisi tersebut sudah dilaksanakan turun temurun sejak zaman orang-orang tua kita dahulu. Hal itu pula dilakukan oleh kaum ibu di kenagarian tersebut. Hal itu dilakukan untuk melestarikan nilai-nilai budaya dari nenek nenek.
Kita dahulunya, sampai sekarang itu tetap kita lestarikan Sebutnya.

Memasak apam itu diikuti kaum ibu dari TP- PKK, pegawai kantor Nagari Kinali dan para Ibu-ibu PKK di tingkat kejoronggan di Kenagariaan Kinali serta masyarakat , para undangan lainnya. Turut hadir  termasuk dari mahasiswa yang sedang melakukan KKN di Nagari Kinali.

“Benar, tradisi ma-apam hingga saat ini terus berlanjut setiap memasuki Bulan Rajab. Tradisi ini perlu kita dilestarikan dalam rangka untuk mempererat hubungan kebersamaan,” kata wakil ketua Penggerak PKK Nagari Kinali Widia Astuti saat disela memasak apam di halaman kantor Wali Nagari Kinali, Jum’at (27/1/2023)

Ia mengatakan kegiatan ma-apam tersebut merupakan tradisi yang sudah puluhan tahun berlangsung. Saat memasak apam itu nilai kebersamaan.

“Memasak apam itu asik, penuh canda tawa dan kebahagiaan. Tradisi ini akan terus lestarikan,” ujarnya.

Menurutnya tradisi yang sudah turun dan temurun tersebut selain itu untuk mempererat tali silaturahmi bersama masyarakat,juga ikut mengajak meningkatkan persatuan dan kesatuan.

Saat ini Sebanyak 20 tungku untuk memasak apam tersebut dikerumunan oleh ibu-ibu. Sambil memasak terdengar gelak tawa bersama sambil mengaduk bumbu dan santan kental sebagai bahan dasar apam.

Memasak apam merupakan salah satu tradisi masyarakat Pasaman Barat yang dilakukan sekali dalam setahun, tepatnya saat bulan Rajab. Biasanya setelah di masak apam disantap bersama-sama atau dibagikan kepada masyarakat. (By Roni)