Simpang Empat, Bundaran 4News—Peringatan HPN pertama kali secara resmi diselenggarakan di Gedung Utama Pekan Raya Jakarta, 9 Februari 1985. Pada tahun 2021, peringatan HPN awalnya akan dilaksanakan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Namun, karena pandemi COVID-19 belum juga mereda, pusat pelaksanaan HPN 2021 diputuskan dialihkan ke Jakarta, baik secara luring maupun daring.
Lebih lanjut, peran pers sangatlah penting bagi masyarakat, terutama dalam menyampaikan dan menyajikan kabar berita di setiap hari. Apakah Sahabat Bundaran4News.com ingin tahu bagaimana sejarah dan peranan penting pers terhadap pergerakan nasional? Yuk simak!
Sejarah Hari Pers Nasional
Jika kita telaah lebih dalam, surat kabar dan pers saling berkaitan serta tidak dapat dipisahkan dari sejarah lahirnya idealisme perjuangan bangsa mencapai kemerdekaan. Pada zaman perjuangan pasca kemerdekaan Indonesia pada 8 Juni 1946 di Yogyakarta, para tokoh surat kabar dan tokoh-tokoh pers nasional berkumpul untuk mengikrarkan berdirinya Serikat Penerbit Suratkabar (SPS). SPS telah lahir jauh sebelum tanggal 8 Juni 1946, yaitu tepatnya empat bulan sebelumnya bersamaan dengan lahirnya PWI di Surakarta pada tanggal 9 Februari 1946.
Lebih lanjut, pertemuan tersebut di antaranya menyetujui pembentukan organisasi wartawan Indonesia dengan nama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang diketuai Mr. Sumanang Surjowinoto dengan sekretarisnya Sudarjo Tjokrosisworo.
Sumanang dan Sudarjo bersama 8 anggota lainnya kemudian bertugas merumuskan hal-ihwal persuratkabaran nasional waktu itu dan usaha mengoordinasikannya ke dalam satu barisan pers nasional di mana ratusan jumlah penerbitan harian dan majalah yang terbit hanya memiliki satu tujuan.
Tujuan itu adalah menghancurkan sisa-sisa kekuasaan Belanda, mengobarkan nyala revolusi, dengan mengobori semangat perlawanan seluruh rakyat terhadap bahaya penjajahan, menempa persatuan nasional, untuk keabadian kemerdekaan bangsa dan penegakan kedaulatan rakyat.
Selanjutnya, gagasan awal mengenai HPN muncul pada Kongres ke-16 PWI, Desember 1978, di Padang, Sumatera Barat. Salah satu keputusan kongres waktu itu adalah mengusulkan kepada pemerintah agar menetapkan tanggal 9 Februari yang sekaligus tanggal lahir PWI sebagai HPN.
Hari Pers Nasional diperingati pertama kali pada 9 Februari 1981 bertepatan dengan ulang tahun PWI ke-35. Peringatan tersebut dipusatkan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, bersamaan dengan Konferensi Kerja PWI tanggal 9-11 Februari 1981.
Selanjutnya, dalam sidang ke-21 Dewan Pers di Bandung pada 19 Februari 1981, usulan penetapan tanggal 9 Februari sebagai HPN disetujui oleh Dewan Pers untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah. Akhirnya, setelah tujuh tahun diusulkan, terbitlah Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985 yang menetapkan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional. Berdasarkan Keppres tersebut, alasan penetapan HPN adalah demi mengembangkan kehidupan pers nasional Indonesia sebagai pers yang bebas dan bertanggung jawab berdasarkan Pancasila.
Di masa sekarang Hari Pers Nasional 2021 diperingati dengan mengangkat tema “Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan”. Tema ini dipilih berdasarkan harapan bahwa peringatan ini bisa menjadi salah satu pilar demokrasi bersama negara mengawali kebangkitan dan kekuatan untuk keluar dari pandemi COVID-19.
HPN 2021 akan menghadirkan serangkaian kegiatan, seperti seminar, konvensi, dan acara puncaknya dipusatkan di Ancol. Acara ini akan diikuti secara virtual oleh ribuan wartawan anggota PWI dari seluruh Indonesia serta anggota organisasi konstituen Dewan Pers.
Nah begitulah kiranya perjalanan panjang adanya Hari Pers Nasional dan peran pers bagi masyarakat sampai sekarang. Selalu sebarkan kabar baik dan jangan lupa untuk pelajari setiap kabar-kabar harian yang ada ya, Sahabat Bundaran4News.com Agar kita tetap bijak dan ikut berperan menyebarkan kebaikan untuk sekitar. Selamat Hari Pers Nasional(Rajo)






















